.....
Up Grading… Entah apa yang
terlintas dibayanganku. Mungkin akan kurang menyenangkan jikalau BSO LJ 14 tak
lengkap personilnya. 1 hari sebelum keberangkatan menuju lokasi yang tak tahu
keberadaannya, karena aku memang tak tahu dimana…, di hari itu aku masih
melakukan koordinasi mengenai keberangkatan dengan koakh LJ sebut saja dia
Atika Izzatul Jannah. Kita saling melakukan koordinasi dari siapa saja yang
berangkat sampai mau berangkat dengan Bidang/BSO/TIM karena pada waktu yang
bersamaan sms mak Ika masuk ke kotak pesanku. “…Besok untuk pemberangkatan jika
bisa 14 orang dalam satu kloter ya….” Bunyi sms mak Ika. Setelah mendapatkan
sms itu koordinasi dipergegas kembali supaya ada tujuan yang dicapai antara
kami berdua. Awalnya aku memberi kabar kepada akh Ibrohim Aji, namun…. tak ada
jawaban. Ku Tanya akh Mu’ahid alhambulillah iya menjawab. Kita akhirnya
bersepakat untuk berangkat pukul 09.30 kumpul di IEC lalu segera cari bus.
Keesokan harinya apa yang direncanakan
mulai kau satu persatu. Padahal aku sudah member kabar kepada para LJ Ranger
2014 untuk datang jam 09.15 tapi belum ada 1 pun yang datang di IEC. Setelah
beberapa menit aku menuju Masjid Mujahidin datanglah Abdul Latif. Aku kembali
lagi ke IEC belum ada yang datang lagi dan janji dengan akh Mu’ahid pun
teringkari, beliau sendiri masih mengajar les.
Sedikit pening dan pusing
memikirkan harus gimana ini kita berangkat. Janji-janji yang dibuat malah tidak
sesuai. Aku berpikir dan berpikir harus bagaimana ini. Tepat jam 10.15
satu-persatu mulai berdatangan dari LJ ataupun JRMN, TAKSI, dan BINKAD. Aku
mencoba menghubungi kembali akh Mu’ahid untuk memastikan. “Akh dimana….?”
Tanyaku dalam kalimat sms “Afwan akh masih mengajar, 15 menit lagi selesai….”
Jawab akh Mu’ahid
Aku berpikir kembali. Aku terdiam
tak tahu harus bagaimana. Ukh Atika (Ije) menegurku “Akh kapan kita berangkat?
Soalnya JRMN sudah lengkap. Kalo bisa ayo kita berangkat sekarang saja…” Aku
memastikan LJ dan JRMN sudah lengkap atau belum untuk pengurus yang akan ikut
UG kepada para Rangers dan ukh Ica JRMN. Lalu akupun memutuskan untuk
berangkat. “Ayo kita berangkat menuju jalan gejayan…” Ajakku
Perjalanan kita dimulai dari sini.
Menyusuri jalanan MIPA, dilanjutkan dengan menunggu di jalan gejayan. Menunggu
bus 7 ataupun Transjogja yang akan kita gunakan untuk menuju tempat UG didaerah
Piyungan, Bantul. Ah… aku seperti orang yang sok tahu, mencoba berjalan lebih
dulu,mencari seseorang untuk bertanya tentang sesuatu.
“Pak mohon maaf, mau tanya kalau
mau ke Giwangan naik apa…?” tanyaku
Sebenarnya aku sudah tahu tapi
hanya memastikan tujuan kita iitu benar atau salah. Berkutat dengan waktu, yang
saat itu waktu menunjukkan pukul 10.24. kita sedikit mengalami kebimbangan
antara transjogja atau bus 7. Namun setelah beberapa saat datang lah salah satu
kendaraan yang kita tunggu, transjogja. Kami ber-14 berangkatlah menuju Giwangan
saat sampai di daerah Colombo kita bertemu dengan HSC yang hanya 6 orang karena
6 orang lagi sedang menjalankan acara oramawa UKMF FMIPA UNY yaitu Talkshow
Beasiswa. Perjalanan dilanjutkan sesampai di halte gedung kuning dan transit
dengan transjogja yang lain menuju Giwangan
dengan 20 orang pengurus HASKA.
Perjalanan yang dilalu sekitar 30
menit menuju Giwangan. 5 menit sebelum sampai salah seorang staf dari JRMN
memberikan kabar melalui telepon. “Mas sudah dimana? Kita sudah dapat bus jadi
nanti tinggal berangkat, oh ya yang disana ada berapa orang?” Akh ibrohim
melihat seluruh pengurus yang bersamanya “ada 20 orang dek… ini sebentar lagi
sampai…”
Kami pun sampai dan disambut
beberapa orang bagaikan orang penting. “Ayo mas… Ayo mbak mau kemana? disini..disini
busnya nanti kami antarkan…” Para supir menawarkan. Tapi dari kami mengelak
“Maaf pak kita sudah ada yang menunggu disana..” Tak jauh dari tempat kita
berdiri dek Muiz memanggil “mas sini, ayo busnya sudah menunggu nanti kita
diantarkan sampai tujuan…”
Kita semua mulai berangkat lagi
dari Giwangan menuju lokasi. Perjalanan yang lumayan jauh kita tempuh kembali.
Melalui jalan Wonosari yang jika diteruskan akan menuju gunung kidul.
“Ini sudah sampai depan
kecamatan..” Ucap pak sopir. Kita sampai tujuan? ah… iya kah? Sebegitua
cepatnya kah? “Pak ini benar sudah sampai tujuan?” Tanyaku yang kurang percaya
dengan ucapan sang sopir. Kita segera turun dan melanjutkan perjalanan.
Menengok kesetiap jalan melihat kembali peta,karena gapura yang dituju tidak
muncul sama sekali. Ku berlari mencari seseorang tuk bertanya.
Oh ya ampun setelah mendengar
kata-kata sang bapak perjalanan masih 500meter sampai ke lokasi. Tubuh sudah
merasa lelah sejak tadi berdiri dan berdiri. Kaki sudah mulai lemas. Tapi aku
harus kuat karena ini UG tujuannya pun untuk memperbaiki diri dari sebelumnya.
Perjalanan terus kita lakukan dan
sampailah didepan masjid Ar-Ridlo Srimulyo, Piyungan, Bantul. Tepat saat adzan
dzuhur berkumandang kita sampai pada tempat tujuan. Para panitia menyambut kami
dengan ramah. Kami semua menuju masjid dan ada sebagian yang beristirahat
diruang utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar