Jumat, 02 Mei 2014

Up Gradingku Berlabu Pada Bukit Indah Itu


.....
Up Grading… Entah apa yang terlintas dibayanganku. Mungkin akan kurang menyenangkan jikalau BSO LJ 14 tak lengkap personilnya. 1 hari sebelum keberangkatan menuju lokasi yang tak tahu keberadaannya, karena aku memang tak tahu dimana…, di hari itu aku masih melakukan koordinasi mengenai keberangkatan dengan koakh LJ sebut saja dia Atika Izzatul Jannah. Kita saling melakukan koordinasi dari siapa saja yang berangkat sampai mau berangkat dengan Bidang/BSO/TIM karena pada waktu yang bersamaan sms mak Ika masuk ke kotak pesanku. “…Besok untuk pemberangkatan jika bisa 14 orang dalam satu kloter ya….” Bunyi sms mak Ika. Setelah mendapatkan sms itu koordinasi dipergegas kembali supaya ada tujuan yang dicapai antara kami berdua. Awalnya aku memberi kabar kepada akh Ibrohim Aji, namun…. tak ada jawaban. Ku Tanya akh Mu’ahid alhambulillah iya menjawab. Kita akhirnya bersepakat untuk berangkat pukul 09.30 kumpul di IEC lalu segera cari bus.
Keesokan harinya apa yang direncanakan mulai kau satu persatu. Padahal aku sudah member kabar kepada para LJ Ranger 2014 untuk datang jam 09.15 tapi belum ada 1 pun yang datang di IEC. Setelah beberapa menit aku menuju Masjid Mujahidin datanglah Abdul Latif. Aku kembali lagi ke IEC belum ada yang datang lagi dan janji dengan akh Mu’ahid pun teringkari, beliau sendiri masih mengajar les.
Sedikit pening dan pusing memikirkan harus gimana ini kita berangkat. Janji-janji yang dibuat malah tidak sesuai. Aku berpikir dan berpikir harus bagaimana ini. Tepat jam 10.15 satu-persatu mulai berdatangan dari LJ ataupun JRMN, TAKSI, dan BINKAD. Aku mencoba menghubungi kembali akh Mu’ahid untuk memastikan. “Akh dimana….?” Tanyaku dalam kalimat sms “Afwan akh masih mengajar, 15 menit lagi selesai….” Jawab akh Mu’ahid

Aku berpikir kembali. Aku terdiam tak tahu harus bagaimana. Ukh Atika (Ije) menegurku “Akh kapan kita berangkat? Soalnya JRMN sudah lengkap. Kalo bisa ayo kita berangkat sekarang saja…” Aku memastikan LJ dan JRMN sudah lengkap atau belum untuk pengurus yang akan ikut UG kepada para Rangers dan ukh Ica JRMN. Lalu akupun memutuskan untuk berangkat. “Ayo kita berangkat menuju jalan gejayan…” Ajakku
Perjalanan kita dimulai dari sini. Menyusuri jalanan MIPA, dilanjutkan dengan menunggu di jalan gejayan. Menunggu bus 7 ataupun Transjogja yang akan kita gunakan untuk menuju tempat UG didaerah Piyungan, Bantul. Ah… aku seperti orang yang sok tahu, mencoba berjalan lebih dulu,mencari seseorang untuk bertanya tentang sesuatu.
“Pak mohon maaf, mau tanya kalau mau ke Giwangan naik apa…?” tanyaku
Sebenarnya aku sudah tahu tapi hanya memastikan tujuan kita iitu benar atau salah. Berkutat dengan waktu, yang saat itu waktu menunjukkan pukul 10.24. kita sedikit mengalami kebimbangan antara transjogja atau bus 7. Namun setelah beberapa saat datang lah salah satu kendaraan yang kita tunggu, transjogja. Kami ber-14 berangkatlah menuju Giwangan saat sampai di daerah Colombo kita bertemu dengan HSC yang hanya 6 orang karena 6 orang lagi sedang menjalankan acara oramawa UKMF FMIPA UNY yaitu Talkshow Beasiswa. Perjalanan dilanjutkan sesampai di halte gedung kuning dan transit dengan transjogja yang  lain menuju Giwangan dengan 20 orang pengurus HASKA.
Perjalanan yang dilalu sekitar 30 menit menuju Giwangan. 5 menit sebelum sampai salah seorang staf dari JRMN memberikan kabar melalui telepon. “Mas sudah dimana? Kita sudah dapat bus jadi nanti tinggal berangkat, oh ya yang disana ada berapa orang?” Akh ibrohim melihat seluruh pengurus yang bersamanya “ada 20 orang dek… ini sebentar lagi sampai…”
Kami pun sampai dan disambut beberapa orang bagaikan orang penting. “Ayo mas… Ayo mbak mau kemana? disini..disini busnya nanti kami antarkan…” Para supir menawarkan. Tapi dari kami mengelak “Maaf pak kita sudah ada yang menunggu disana..” Tak jauh dari tempat kita berdiri dek Muiz memanggil “mas sini, ayo busnya sudah menunggu nanti kita diantarkan sampai tujuan…”
Kita semua mulai berangkat lagi dari Giwangan menuju lokasi. Perjalanan yang lumayan jauh kita tempuh kembali. Melalui jalan Wonosari yang jika diteruskan akan menuju gunung kidul.
“Ini sudah sampai depan kecamatan..” Ucap pak sopir. Kita sampai tujuan? ah… iya kah? Sebegitua cepatnya kah? “Pak ini benar sudah sampai tujuan?” Tanyaku yang kurang percaya dengan ucapan sang sopir. Kita segera turun dan melanjutkan perjalanan. Menengok kesetiap jalan melihat kembali peta,karena gapura yang dituju tidak muncul sama sekali. Ku berlari mencari seseorang tuk bertanya.
Oh ya ampun setelah mendengar kata-kata sang bapak perjalanan masih 500meter sampai ke lokasi. Tubuh sudah merasa lelah sejak tadi berdiri dan berdiri. Kaki sudah mulai lemas. Tapi aku harus kuat karena ini UG tujuannya pun untuk memperbaiki diri dari sebelumnya.
Perjalanan terus kita lakukan dan sampailah didepan masjid Ar-Ridlo Srimulyo, Piyungan, Bantul. Tepat saat adzan dzuhur berkumandang kita sampai pada tempat tujuan. Para panitia menyambut kami dengan ramah. Kami semua menuju masjid dan ada sebagian yang beristirahat diruang utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar