Diera globalisasi ini, banyak orang tua yang lebih menginginkan anaknya untukbekerja dari pada menuntut ilmu. Kebutuhan ekonomi yang saat ini begitu tinggi danmendesak menjadi salah satu faktor mengapa hal tersebut yang lebih diutamakan.Pikiran yang negatif juga menyertai keinginan untuk lebih mengutamakanpekerjaan dari pada menuntut ilmu setinggi-tingginya dengan alasan sudah banyaksarjana2 zaman sekarang yang menganggur,jadi berdasarkan pandangan mereka belum tentu nanti kalau anaknya menjadisarjana langsung mendapaatkan pekerjaan, bahkan di tengah kerasnya kehidupan sekarangini bisa saja anaknya menjadi seorang tukang ojek tukang becak bahkan pengemissekalian. Berdasarkan pandanga yang demikian ini perlu dipertanyakan tentangkeyakinan adanya tuhan, mereka tidak sadar akan nikmat Tuhan yang begitu luarbiasa diantaranya yaitu rizki seseorang.
Hal yang perlu diperhatikan semua orang yangberpandangan negatif tentang pendidikan, bahwa sesungguhnya menuntut ilmu dalamislam itu menjadi hal yang diwajibkan, bahkan orang yang sudah lanjut usiapunmasih diwajibkan, karena dalam hal ini menuntut ilmu itu wajib seumur hidup.Dan yang perlu diprhatikan juga bahwa orang yang meninggal yang pahalanya masihberjalan terus menerus salah satunya adalah ilmu yang bermanfaaat, tapisekarang ini orang-orang seakan-akan sudah dirasuki oleh paham kapitalisme yanglebih menginginkan hal yang bersifat keduniaan yang tidak akan kekaldibandingkan hal yang bersifat ukhrowi yang akan abadi selama-lamanya. Lebihmementingan memperkaya diri dari pada memperkaya ilmu.