Sabtu, 06 Juli 2013

Pendidikan Vs Pekerjaan (Mana yang lebih utama)

oleh: Karyanto

Diera globalisasi ini, banyak orang tua yang lebih menginginkan anaknya untukbekerja dari pada menuntut ilmu. Kebutuhan ekonomi yang saat ini begitu tinggi danmendesak menjadi salah satu faktor mengapa hal tersebut yang lebih diutamakan.Pikiran yang negatif juga menyertai keinginan untuk lebih mengutamakanpekerjaan dari pada menuntut ilmu setinggi-tingginya dengan alasan sudah banyaksarjana2 zaman sekarang yang  menganggur,jadi berdasarkan pandangan mereka belum tentu nanti kalau anaknya menjadisarjana langsung mendapaatkan pekerjaan, bahkan di tengah kerasnya kehidupan sekarangini bisa saja anaknya menjadi seorang tukang ojek tukang becak bahkan pengemissekalian. Berdasarkan pandanga yang demikian ini perlu dipertanyakan tentangkeyakinan adanya tuhan, mereka tidak sadar akan nikmat Tuhan yang begitu luarbiasa diantaranya yaitu rizki seseorang.

 Hal yang perlu diperhatikan semua orang yangberpandangan negatif tentang pendidikan, bahwa sesungguhnya menuntut ilmu dalamislam itu menjadi hal yang diwajibkan, bahkan orang yang sudah lanjut usiapunmasih diwajibkan, karena dalam hal ini menuntut ilmu itu wajib seumur hidup.Dan yang perlu diprhatikan juga bahwa orang yang meninggal yang pahalanya masihberjalan terus menerus salah satunya adalah ilmu yang bermanfaaat, tapisekarang ini orang-orang seakan-akan sudah dirasuki oleh paham kapitalisme yanglebih menginginkan hal yang bersifat keduniaan yang tidak akan kekaldibandingkan hal yang bersifat ukhrowi yang akan abadi selama-lamanya. Lebihmementingan memperkaya diri dari pada memperkaya ilmu.


Di samping itu kebutuhan untuk pendidikan tentunya sangatbesar baik dalam biaya dan juga membutuhkan waktu yang begitu lama. Inilah mengapapendidikan seakan menjadi dilema bagi masyarakat kalangan menengah kebawah,bahkan dalam hal makan sehari-haripun dapat dikatakan serba apa adanya. Tapihal ini tidak menutup kemungkinan untuk kalangan menengah kebawah tidak berhakmendapatkan pendidikan yang layak. Sekarang ini sudah banyak beasiswa untukmelanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun lagi-lagi orang tuabanyak yang tidak mengijinkan anaknya untuk menuntut ilmu dengan alasan mulaidari kasihan jauh dari rumah (biasanya untuk anak perempuan) nanti terjadisesuatu yang tidak diinginkan, dan juga karena alasan waktunya terlalu lama,bahkan tak jarang orang tua bilang kepada anaknya “ngopo toh nang-nang! Sekolah sek suwine ngono, nek kuwe kerjo malahentok duwit akeh iso kanggo ngopo-ngopo! Itulah yang dapat menghambatpotensi yang dimiliki seorang anak.

Inilah yang dapatmenurunkan kualitas anak bangsa, mereka punya banyak bakat tapi faktorpendukung belum sepenuhnya sejalan dengan dengan apa yang mereka inginkan.Butuh perjuangan untuk mendapatkan kesuksesan, dizaman yang sekarang ini tidakada sesuatu yang gratis. Tentunya dalam hal ini pemerintah harus lebihmemonitoring potensi-potensi anak bangsa agar bakatnya dapat tersalurkan denganmaksimal. Itulah salah satu tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dan untuk para orang tua, percayalah bahwaseorang anak pasti mempunyai cita-cita yag ingin mereka capai, jangan sampailarangan dengan berbagai alasan tadi dapat mematahkan harapan bahkan impianmereka. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar