Sabtu, 06 Juli 2013

Sosok Dibalik Layar Para Pemimpin

Oleh: Nur Indah Sari

pakahyang terbesit di benak kita jika mendengar Rasulullah SAW, Nabi Isa a.s, Nabi Musaa.s, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Habiburrahman El-shirazi dan masih banyak lagipara pencetak sejarah? Para khalifah yang berhasil menggenggam pencapaiantingkat tinggi dalam hidup ini. Nama-nama yang sering kita jumpai dalam banyakmedia baik majalah, buku, sejarah, bahkan Kitab Allah yang 100 % benar yaituAl-Qur’an. Nama-nama yang selalu membuat kita terpacu untuk berkarya tanpabatas, memacu otak, hati dan raga ini selalu ingin menjadi orang-orang yangmeneladani sifat-sifatnya yang mulia.

Tapi, pernahkah kalian berfikir siapa yang ada di balik kesuksesan mereka?
Siapa yang siap menopang lelah ragamereka?
Siapa manusai yang berdiri tepat dibelakang mereka?

Jawabannya hanya satu, tak ada lagi yang kedua. Dia sosok yang tak bisa lepas dari hidup setiap insan (nabi Adam a.s sekalipun). Selama ini mungkin beliau hanya diartikan dalam arti sempit. Tapi sesungguhnya dia mempunyai nilai yang dahsyat dari segi hati nurani setiap insan. Dialah...

Ibu
(baik ibu yang terikat karena pertalian darah maupun ibu yang terikat karena ikatan hati nurani yang kuat dan menguatkan)



Sosok wanita kuat yang siap menopang kita kala jatuh. Tempat kita pertama kali merasakan kehidupan selain dunia ruh. Dialah malaikat yang diciptakan Allah untuk setiap putra-putrinya. Tapi bukan hanya itu, ibu bukan hanya diartikan sebagai sosok perempuan yang telah mengandung dan melahirkan kita. Tapi ibu jauh lebih dahsyat  dari sekedar itu. Ibu adalah sosok yang membentuk pribadi kita. Mengantarkan kita pada ladang pahala yang diridhoi Allah SWT. Menuntun kita ke arah terang. Dialah manusia terdahsyat dalam hidup setiap insan
Seperti yang sebelumnya saya katakan,  ibu bukan hanya raga tapi ibu adalah sosok. Pada zaman sekaran ini banyak anak yang mengatakan bahwa ia tak mempunyai ibu. Ibu lebih luas kita artikan sebagai sosok, yakni insan yang bisa memberikan makna ibu bagi insan-insan lain yang ruang ibunya kosong tak berpenghuni.

Cobakita tengok Rasulullah SAW, bukankah beliau sudah kehilangan sang bunda ketika berumur 6 tahun(revisi kalo salah), tapi beliau mempunyai Khadijah yang notabene adalah wanita yang beliau nikahi. Khadijah memberikan sosok ibu dalam hidup nabi Muhammad SAW. Meski bukan menimang Rasulullah dalam ayunan, baliau wanita yang tiada henti mendukung dakwah Rasulullah. Sosok seorang istri yang takpernah mengeluh akan semua pengorbanan yang telah ia berikan demi baktinya kepada suaminya dan juga demi cintanya kepada agama Allah SWT. Sosok kuat yang berdiri tepat di belakang Rasulullah SAW. Sungguh suri tauladan yang baik bagi seluruh wanita di bumi Allah ini.

Cobakita kembali dalam diri kita masing-masing. Adakah dari pembaca yang sekarang ini tidak mempunyai ibu? Aku yakin kalian memang sudah tidak mempunyai ibu secara biologis tapi kalian pasti mempunyai sosok ibu secara hati nurani.Wanita-wanita yang mampu mengajarkan kepada kalian akan nilai-nilai hidup yang berkualitas. Menyediakan pundak kekar untuk menopang tubuhmu yang mulai lunglai.
Untukitu wahai sahabatku mari kita capai puncak keemasan, kita genggam dunia dan pastinya kita sukseskan akhirat. Melangkah bersama sosok dahyat dalam hidup kita yaitu Ibu.


Malaikat tak bersayap
(Syairindah untuk semua wanita hebat dalam hidup setiap insan)

Tubuh ini begitu lemah
Hingga Allah mengulurkan tangan-Nya
Melalui malaikat-malaikat yang bercahaya
Sosok hangat yang ikhlas menopang tubuh lunglai ini
Dia
Malaikatku
Malaikat tak bersayap

Fikiran ini melayang
Menembus sembilu dalam hati
Meresapi segala peluhmu
Yang tak pernah kau sampaikan
Oh malaikatku..
Sungguh, terima kasih hanya untukmu

Bumi ini begitu panas tanpamu
Naungan cintamu hembuskan angin kecintaan
Dunia begitu kejam
Tanpa petuah indah dari mulut sang malaikatku
Malaikat tak bersayap

Cinta kepada Allah
Satu seruan yang utama darimu
Terimkasih lagi ku haturkan
Akan naungan Ilahi yang kau ajaran padaku
Maikatku yang tak bersayap

Selesai ditulis di pojok Karangmalang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar