Terlihat seorang anak yang duduk merenung meratapi nasib. Sudah sekian lama ia tak lagi mendapat kasih sayang seorang ibu. Sejak berumur 5 tahun, ia ditinggal olehsang ibu. Kehidupan yang dulu lengkap, hanya dengan sekejap semua dapat hilangdalam sekejab. Sungguh sebuah kehidupan yang terkadang tak ingin dialami olehsemua orang, akan tetapi takdir berkehendak lain. Hari- hari demi hari hidup seakan tak ingin ia alami. Sebut saja anak itu bernama Anisa. Sekarang, iahanya tinggal bersama ayah tercinta. Anisa mempunyai 4 orang bersaudara, akantetapi kini keempat saudaranya tersebut sudah menikah dan tinggal bersamasuaminya.
Sedih,rindu, dan sepi. Menjerit namun tak bisa. Terkadang dia berpikir, ini semuatidak adil baginya. Semua orang meninggalkan dia seorang diri. Sungguh cobaan berat,tak mampu harus dia hadapi sendiri. Sekolah terpaksa ia hentikan. Di dalampikiran saat itu adalah bagaimana caranya dia dapat bertahan hidup bersamaayahnya. Menjual koran, menjual makanan di dalam bus sudah biasa baginya.Sungguh nasib yang tak ingin dia alami saat itu. Ya Allah, apakah ini cobaandari- Mu,” ucapnya dalam hati”. Sungguh aku tak akan mampu memikulnya sendiri, “tambahnya dalam hati”. Sungguh berat bagiku, berilah keringanan agar aku dapatmenghadapi semua ini. Pundakku tak kuat. Usiaku yang masih kecil, belum dapatberpikir kritis, masalah yang terus ada membuat aku menyerah menghadapi hidup,”ucapnya dalam hati”..
Sudahlebih dari 12 tahun kehidupannya sendiri. Tetangga yang seharusnya memberikansupport, namun sebaliknya mereka malah membiarkan masalah itu bertambah.Diguncing, dibenci sudah biasa dalam hidupnya. Terkadang ia ingin pergimeninggalkan semuanya. Sabar dan tawakal lah yang terus ada dalam hatinya.
Kiniusianya 19 tahun. Tumbuh menjadi perempuan muslimah, walupun tanpa ada seorangibu dalam hidupnya. Usia yang sudah mulai berpikir kritis untuk menentukan masadepan. Berjuang tanpa henti adalah jiwa yang saat ini ia miliki. Aku harus bisamembuktikan bahwa aku dapat meraih semua impian yang aku inginkan,” ucap tegasdalam hatinya”. Penguasaha adalahimpiannya. Walau tanpa ia menjadi peserta didik seperti anak- anak lainnya,namun dengan keyakinan yang kuat semua akan terwjudud menjadi nyata. Perjuanganyang tak ingin ia hentikan. Suatu ketika, Anisa ditawari menjadi sorang sales dari sebuah PT yang bergerak dalam bidang kosmetik . Pekerjaan yang sangatAnisa senangi. Meskipun Anisa menjadi seorang sales, tak pernah melepas jilbabdalam dirinya.
Jauhdari orang yang kita sayang memang kadang tak rela. Namun, terkadang kita harusmelakukannya. Sekarang ia harus jauh dari sang ayah, namun dia yakin bahwaayahnya selalu dalam lindungan- Nya dan selalu mendoakanya. Doa seorang ayahtak kalah dari doa seorang ibu. Pekerjaan itu dia tekuni hingga akhirnya impianyang selam aini ia impikan menjadi nyata. Allah Maha Besar, Allah telahmengatur semua dengan rapi. Usaha yang dia lakukan dengan sungguh- sungguh dansabar telah membuahkan hasil yang memuaskan. Sekarang, aku telah mewujudkanimpian aku, Alhamdulillah,” ucapnya rasa syukur dalam hati”.
Pagiyang dulunya terlihat gelap, kini dapat ia nikmati karena kesabaran danketawakallan yang ada dalam dirinya. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini,jika kita mau berusaha dengan niat yang ikhlas dan karena untuk memperoleh ridho- Nya pasti Allah akanmegabulkan keinginan dalam doa kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar