Jumat, 02 Mei 2014

Ceritaku Bersama UG HASKA


Up-grading?
Awalnya, belum tahu, itu kegiatan apa, sih?
Tapi…

Sabtu, 08 Maret 2014
Pagi yang cerah ini mengawali langkahku untuk mengikuti up-grading Haska JMF 2014, organisasi kerohanian Islam yang telah mempertemukanku dengan orang-orang yang luar biasa. Pagi ini, aku pergi ke Masmuja (nama yang nggak asing untuk menyebut Masjid Al-Mujahidin UNY), untuk menemui Abi dan Umiku di keluarga kecilku, keluarga LJ.
Pukul 08.45, aku sampai di Masmuja, tapi.. sepi nian di sana, akhirnya aku memutuskan untuk Sholat Dhuha terlebih dahulu.
Pukul 09.15, masih sepi, aku memutuskan untuk pergi ke IEC, belakang Masmuja. Tapi, sebelum aku sempat pergi ke sana, aku bertemu dengan Siska dan Wulan, anggota keluarga kecil LJ-ku juga. Mereka berkata bahwa di IEC pun sepi, yaah, akhirnya kami duduk-duduk menunggu anggota keluarga yang lain sembari menghafal Surah Ash-Shaaf 1-5.
Kira-kira 10 menit kami menunggu, Umi datang, dan kemudian kami bertiga menuju UPPL karena kami melihat Abi dan Latif berjalan ke arah sana. Eh, ternyata di UPPL ada keluarga JRMN, langsung saja kami bersalaman (dengan yang akhwat tentunya), dan bernarsis-narsis sebentar sebelum berangkat.
Oke, waktunya berangkat. Kami segera berjalan menuju Halte Trans Jogja sebelah timur rektorat, bersama keluarga JRMN. Tapi, sebenarnya hati kami masih dilanda kegalauan yang teramat sangat. Kenapa? Kami masih bingung mau naik Trans Jogja atau bus jalur 7? Kalau keluarga JRMN, sih, memilih naik Trans Jogja, tapi keluargaku masih bingung. Akhirnya, keputusan itu datang setelah ada bus Trans Jogja yang menepi, kami memilih naik Trans Jogja saja (daripada nunggu jalur 7 kelamaan, hihi). Dan saat itu, kondisi bus lumayan penuh (dipenuhi oleh dua keluarga), eh, ternyata bertambah penuh lagi setelah ada satu keluarga yang masuk, keluarga HSC J

Perjalanan kami sangat menyenangkan menurut versiku. Memang, sih, bukan perjalanan seperti yang kubayangkan, tapi serius, seru banget. Ukhuwahnya kerasa banget, meski kita harus bersusah payah dulu. Dan, ini perjalanan unik banget. Salut, deh, buat Haska yang anti mainstream J
Kira-kira 30 menit kami berada di bus Trans Jogja trayek 2B, sampailah kami di Halte Banguntapan, di halte ini, kami akan transit berganti bus trayek 3B untuk menuju Terminal Giwangan.
Kira-kira 15 menit, kami sudah sampai di Terminal Giwangan, dan ternyata, keluarga JRMN sudah memesan bus untuk mengantarkan kami ke tempat tujuan kami, oh, so sweetnyaa J kami jadi tinggal nebeng, deh. Jazakillah..
15 menit berlalu, kami turun di depan Kantor Kelurahan atau Kecamatan (aku lupa), yang jelas, saat itu tiga keluarga ini bingung harus melangkah ke mana, walaupun ada peta sepertinya J akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke timur saja. Dan ternyata, kami salah turun pemirsa, mungkin seharusnya kami turun di jembatan saja, biar lebih dekat dengan gang masuknyaa.
Oke, singkat cerita, kami harus berjalan kaki sekitar 500 meter, barulah kami sampai di tempat yang kami tuju. Dan lagi-lagi, bukan tempat seperti yang kubayangkan, tapi tak apalah, kan, Haska anti mainstream J
Sesampainya di sana, kami langsung Sholat Dzuhur berjamaah, dilanjutkan makan siang. Setelah itu, jadwal kami padat sekali, mulai dari materi pertama yang disampaikan oleh Mas Aziz dari FBS yang membahas tentang Tutorial. Kemudian dari Mas Ta’adh, Mas’ul UKKI 2014 dari FIS yang membahas tentang UKKI. Setelah itu ada Mas Ari Yudantoko dari FT, yang sangat memotivasi dan menginspirasi untuk terus berprestasi, tapi tetap aktif di organisasi kampus. Kamudian kami Sholat Ashar berjamaah, dan dilanjutkan dengan presentasi dari Pengurus Inti Haska JMF 2014. Setelah itu kami Sholat Maghrib berjamaah, tilawah, Sholat Isya’ berjamaah, makan malam, dan dilanjutkan dengan JJM (Jalan-Jalan Malam) katanya..
Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian kami diharuskan menutup mata menggunakan slayer dan melakukan perjalanan dengan cara memegang pundak teman di depan kita, sambil terus berdzikir dan jangan sampai pikiran kita kosong. Awalnya takut, sih, tapi lama-lama agak berkurang takutnya, kami jalan pelan-pelan, lewat tanjakan, turunan, lewat jembatan, ada kalanya kami harus menunduk untuk menghindari pohon. Ya Allah, serius, malam itu aku benar-benar merasakan pengalaman yang luar biasa, sekaligus bersyukur bahwa sampai detik ini Allah masih memberi nikmat penglihatan, karena jujur, dari jalan-jalan ini aku merasa gimana rasanya jadi orang yang tunanetra, gelap, nggak tau arah, dan sebagainya.
Setelah mendaki gunung lewati lembah (emang Ninja Hatori?) cukup lama, kami merasa lelah, dan memutuskan duduk sebentar, kemudian lanjut lagi dengan langkah cepat-cepat, karena menurut panitia yang berjaga, kami sudah hampir sampai tempat tujuan. Setelah itu pegangan kami dilepas. Aku merasa dituntun ke suatu tempat, dan kemudian didudukkan di rumput-rumput, sunyinya suasana membuat aku penasaran, di mana ini?
Akhirnya waktu yang dinanti-nanti tiba, waktunya membuka slayer yang menutupi mata. Kubuka slayer itu perlahan-lahan, mataku agak perih juga saat itu, mencoba berkedip-berkedip-berkedip, dan… Subhanallah, indah sekali pemandangan di depanku. Ternyata kami dibawa ke sebuah bukit yang tinggi (pantes aja jalannya naik turun), dan dari bukit itu kami bisa melihat pemandangan kota Yogyakarta di malam hari. Sungguh indah sekali, apalagi malam itu langit sangat bersahabat, membuat suasana sekitar semakin indah, melihat banyak lampu berkelip-kelip di bawah sana, ditambah dengan adanya lilin-lilin yang membuat suasana seakan-akan terasa romantis. Sungguh malam yang indah dengan kejutan yang mempesona J Jazakillah, Haska J
Setelah itu kami diberi ceramah oleh siapa (aku lupa). Intinya tentang  motivasi agar tetap istiqomah selama mengemban amanah di Haska selama setahun ke depan.
Malam semakin larut, kami pulang kembali ke penginapan, meninggalkan bukit bintang versi kami, versi Haska, dan selanjutnya kami terlelap tidur dengan kenangan indah malam itu.

Ahad, 09 Maret 2014
Pukul 03.00 dini hari, aku terbangun dan mendapati teman-teman yang lain juga sudah terbangun. Kami akan melaksanakan Sholat Tahajud, dilanjutkan dengan tilawah, sembari menanti panggilan adzan Subuh.
Yak, adzan Subuh berkumandang, kami bergegas Sholat Subuh  berjamaah di masjid, setelah itu kami bersiap-siap untuk senam pagi J
Aku dan teman-teman akhwat lainnya melakukan senam pagi di dalam ruangan, sementara yang ikhwan di luar. Senam kali ini bikin ketawa, soalnya inspekturnya lucu banget, gerakan-gerakan yang dibuat aneh-aneh, jadi bikin ketawa J  Setelah itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk outbond. Setelah terbentuk, kami diharuskan memikirkan nama kelompok, yel-yel, jargon, dan sebagainya.
Aku dan kelompokku, Khadijah namanya, berangkat di urutan keempat, bersama kelompok yang aku lupa namanya. Kami menuju pos 1, pos tarik tambang. Oke, aku siap, mengerahkan seluruh tenaga J ternyata berat banget, saking beratnya badanku serasa mau terbang inii, tapi aku dan teman-teman tetap berusaha menapakkan kaki di bumi, jangan sampai terbang. Dan akhirnya kami menang J
Kami menuju pos kedua, tapi sebelum itu kami sarapan dan Sholat Dhuha dulu, baru kami bermain di pos permainan di mana mata kami harus ditutup menggunakan slayer, dan kami menyatukan tangan untuk mengangkat salah seorang teman yang lebih ringan (khusus dia, tidak ditutup matanya) agar mengarahkan kami untuk mengambil bendera. Dan lagi, kami menang J
Kemudian kami menuju pos ketiga, pos surat wasiat. Di pos ini, kami diharuskan menulis surat wasiat untuk siapapun itu, tentang apapun itu, tentang amanah, tentang rindu, ataupun tentang cinta yang belum tersampaikan J Tapi aku merasa waktu untuk menulis surat wasiatnya sangat sebentar, padahal aku nulisnya menghayati banget, sampai awan mendung di mataku menjatuhbebaskan muatannya L
Setelah itu kami menuju pos keempat, pos perang air, hehe J jadi, di setiap kelompok ada yang jadi ratu, pelindung ratu, dan penyerang. Nah, si penyerang inilah yang bertugas menyerang ratu kelompok lain pakai air. Tapi sayang, kali ini kurelakan kelompok lain menang, huhu L
Nah ini dia pos yang asyik, hehe, pos narsis (enggak, ding) lebih tepatnya pos foto-foto J di pos ini pemandangannya baguus banget, jadi ya udah, deh, kami foto-foto yang banyak, hehe J
Akhirnya tiba juga di pos terakhir, pos sarang laba-laba, di mana kita harus menyeberang dengan melewati lubang yang, uuh kecil banget kelihatannya. Tapi Alhamdulillah, aku bisa melewatinya, dan kemudian membantu teman sekelompokku untuk menyeberang. Lucu banget, mungkin karena aku kecil jadi teman-teman yang kugendong ada yang jatuh, duh, maaf, yaa L
Setelah selesai, kami kembali ke penginapan, beres-beres, makan, setelah itu agenda selanjutnya adalah Tauris (aku bingung tulisannya kayak gimana) bersama Mba Rizki Ageng dan Mas Ardi (kalau nggak salah). Beliau ini adalah simbah dan buyut kami, Rangers 2014. Saat itu kami diharuskan menulis tentang Up-grading ini, dan kemudian dibacakan satu persatu, duuh malunyaa J Kami juga dijelaskan mengenai media, apa fungsinya, dan lain-lain.
Oke, acara terakhir adalah penutup. Di acara ini, kami tukar kado silang, dan disebutkan kelompok terbaik outbond ikhwan-akhwat, peserta terbaik ikhwan-akhwat, yel-yel terbaik, dan pengumuman pengurus Haska  JMF 2014 yang berprestasi. Selamat buat yang berprestasi, semoga kelak aku bisa menyusul kalian J
Oke, Up-grading usai sudah, saatnya pulang naik truk J menjumpai bumi FMIPA tercinta sebelum kembali ke rumah. Alhamdulillah, Up-grading ini mengesankan, Jazakillah, Haska! J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar