Up-grading?
Awalnya, belum tahu, itu kegiatan apa, sih?
Tapi…
Sabtu, 08
Maret 2014
Pagi yang cerah ini mengawali langkahku untuk
mengikuti up-grading Haska JMF 2014, organisasi kerohanian Islam yang telah
mempertemukanku dengan orang-orang yang luar biasa. Pagi ini, aku pergi ke
Masmuja (nama yang nggak asing untuk menyebut Masjid Al-Mujahidin UNY), untuk
menemui Abi dan Umiku di keluarga kecilku, keluarga LJ.
Pukul 08.45, aku sampai di Masmuja, tapi.. sepi
nian di sana, akhirnya aku memutuskan untuk Sholat Dhuha terlebih dahulu.
Pukul 09.15, masih sepi, aku memutuskan untuk
pergi ke IEC, belakang Masmuja. Tapi, sebelum aku sempat pergi ke sana, aku
bertemu dengan Siska dan Wulan, anggota keluarga kecil LJ-ku juga. Mereka
berkata bahwa di IEC pun sepi, yaah, akhirnya kami duduk-duduk menunggu anggota
keluarga yang lain sembari menghafal Surah Ash-Shaaf 1-5.
Kira-kira 10 menit kami menunggu, Umi datang, dan
kemudian kami bertiga menuju UPPL karena kami melihat Abi dan Latif berjalan ke
arah sana. Eh, ternyata di UPPL ada keluarga JRMN, langsung saja kami
bersalaman (dengan yang akhwat tentunya), dan bernarsis-narsis sebentar sebelum
berangkat.
Oke, waktunya berangkat. Kami segera berjalan
menuju Halte Trans Jogja sebelah timur rektorat, bersama keluarga JRMN. Tapi,
sebenarnya hati kami masih dilanda kegalauan yang teramat sangat. Kenapa? Kami
masih bingung mau naik Trans Jogja atau bus jalur 7? Kalau keluarga JRMN, sih,
memilih naik Trans Jogja, tapi keluargaku masih bingung. Akhirnya, keputusan
itu datang setelah ada bus Trans Jogja yang menepi, kami memilih naik Trans
Jogja saja (daripada nunggu jalur 7 kelamaan, hihi). Dan saat itu, kondisi bus
lumayan penuh (dipenuhi oleh dua keluarga), eh, ternyata bertambah penuh lagi
setelah ada satu keluarga yang masuk, keluarga HSC J
Perjalanan kami sangat menyenangkan menurut
versiku. Memang, sih, bukan perjalanan seperti yang kubayangkan, tapi serius,
seru banget. Ukhuwahnya kerasa banget, meski kita harus bersusah payah dulu.
Dan, ini perjalanan unik banget. Salut, deh, buat Haska yang anti mainstream J
Kira-kira 30 menit kami berada di bus Trans Jogja
trayek 2B, sampailah kami di Halte Banguntapan, di halte ini, kami akan transit
berganti bus trayek 3B untuk menuju Terminal Giwangan.
Kira-kira 15 menit, kami sudah sampai di Terminal
Giwangan, dan ternyata, keluarga JRMN sudah memesan bus untuk mengantarkan kami
ke tempat tujuan kami, oh, so sweetnyaa J kami
jadi tinggal nebeng, deh. Jazakillah..
15 menit berlalu, kami turun di depan Kantor
Kelurahan atau Kecamatan (aku lupa), yang jelas, saat itu tiga keluarga ini
bingung harus melangkah ke mana, walaupun ada peta sepertinya J akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke timur
saja. Dan ternyata, kami salah turun pemirsa, mungkin seharusnya kami turun di
jembatan saja, biar lebih dekat dengan gang masuknyaa.
Oke, singkat cerita, kami harus berjalan kaki
sekitar 500 meter, barulah kami sampai di tempat yang kami tuju. Dan lagi-lagi,
bukan tempat seperti yang kubayangkan, tapi tak apalah, kan, Haska anti
mainstream J
Sesampainya di sana, kami langsung Sholat Dzuhur
berjamaah, dilanjutkan makan siang. Setelah itu, jadwal kami padat sekali,
mulai dari materi pertama yang disampaikan oleh Mas Aziz dari FBS yang membahas
tentang Tutorial. Kemudian dari Mas Ta’adh, Mas’ul UKKI 2014 dari FIS yang
membahas tentang UKKI. Setelah itu ada Mas Ari Yudantoko dari FT, yang sangat
memotivasi dan menginspirasi untuk terus berprestasi, tapi tetap aktif di
organisasi kampus. Kamudian kami Sholat Ashar berjamaah, dan dilanjutkan dengan
presentasi dari Pengurus Inti Haska JMF 2014. Setelah itu kami Sholat Maghrib
berjamaah, tilawah, Sholat Isya’ berjamaah, makan malam, dan dilanjutkan dengan
JJM (Jalan-Jalan Malam) katanya..
Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian
kami diharuskan menutup mata menggunakan slayer dan melakukan perjalanan dengan
cara memegang pundak teman di depan kita, sambil terus berdzikir dan jangan
sampai pikiran kita kosong. Awalnya takut, sih, tapi lama-lama agak berkurang
takutnya, kami jalan pelan-pelan, lewat tanjakan, turunan, lewat jembatan, ada
kalanya kami harus menunduk untuk menghindari pohon. Ya Allah, serius, malam
itu aku benar-benar merasakan pengalaman yang luar biasa, sekaligus bersyukur
bahwa sampai detik ini Allah masih memberi nikmat penglihatan, karena jujur,
dari jalan-jalan ini aku merasa gimana rasanya jadi orang yang tunanetra,
gelap, nggak tau arah, dan sebagainya.
Setelah mendaki gunung lewati lembah (emang Ninja
Hatori?) cukup lama, kami merasa lelah, dan memutuskan duduk sebentar, kemudian
lanjut lagi dengan langkah cepat-cepat, karena menurut panitia yang berjaga,
kami sudah hampir sampai tempat tujuan. Setelah itu pegangan kami dilepas. Aku
merasa dituntun ke suatu tempat, dan kemudian didudukkan di rumput-rumput,
sunyinya suasana membuat aku penasaran, di mana ini?
Akhirnya waktu yang dinanti-nanti tiba, waktunya
membuka slayer yang menutupi mata. Kubuka slayer itu perlahan-lahan, mataku
agak perih juga saat itu, mencoba berkedip-berkedip-berkedip, dan… Subhanallah,
indah sekali pemandangan di depanku. Ternyata kami dibawa ke sebuah bukit yang
tinggi (pantes aja jalannya naik turun), dan dari bukit itu kami bisa melihat
pemandangan kota Yogyakarta di malam hari. Sungguh indah sekali, apalagi malam
itu langit sangat bersahabat, membuat suasana sekitar semakin indah, melihat
banyak lampu berkelip-kelip di bawah sana, ditambah dengan adanya lilin-lilin
yang membuat suasana seakan-akan terasa romantis. Sungguh malam yang indah
dengan kejutan yang mempesona J
Jazakillah, Haska J
Setelah itu kami diberi ceramah oleh siapa (aku
lupa). Intinya tentang motivasi agar
tetap istiqomah selama mengemban amanah di Haska selama setahun ke depan.
Malam semakin larut, kami pulang kembali ke
penginapan, meninggalkan bukit bintang versi kami, versi Haska, dan selanjutnya
kami terlelap tidur dengan kenangan indah malam itu.
Ahad, 09
Maret 2014
Pukul 03.00 dini hari, aku terbangun dan mendapati
teman-teman yang lain juga sudah terbangun. Kami akan melaksanakan Sholat
Tahajud, dilanjutkan dengan tilawah, sembari menanti panggilan adzan Subuh.
Yak, adzan Subuh berkumandang, kami bergegas
Sholat Subuh berjamaah di masjid,
setelah itu kami bersiap-siap untuk senam pagi J
Aku dan teman-teman akhwat lainnya melakukan senam
pagi di dalam ruangan, sementara yang ikhwan di luar. Senam kali ini bikin
ketawa, soalnya inspekturnya lucu banget, gerakan-gerakan yang dibuat
aneh-aneh, jadi bikin ketawa J Setelah itu kami dibagi menjadi beberapa
kelompok untuk outbond. Setelah terbentuk, kami diharuskan memikirkan nama
kelompok, yel-yel, jargon, dan sebagainya.
Aku dan kelompokku, Khadijah namanya, berangkat di
urutan keempat, bersama kelompok yang aku lupa namanya. Kami menuju pos 1, pos
tarik tambang. Oke, aku siap, mengerahkan seluruh tenaga J ternyata berat banget, saking beratnya badanku
serasa mau terbang inii, tapi aku dan teman-teman tetap berusaha menapakkan
kaki di bumi, jangan sampai terbang. Dan akhirnya kami menang J
Kami menuju pos kedua, tapi sebelum itu kami
sarapan dan Sholat Dhuha dulu, baru kami bermain di pos permainan di mana mata
kami harus ditutup menggunakan slayer, dan kami menyatukan tangan untuk
mengangkat salah seorang teman yang lebih ringan (khusus dia, tidak ditutup
matanya) agar mengarahkan kami untuk mengambil bendera. Dan lagi, kami menang J
Kemudian kami menuju pos ketiga, pos surat wasiat.
Di pos ini, kami diharuskan menulis surat wasiat untuk siapapun itu, tentang
apapun itu, tentang amanah, tentang rindu, ataupun tentang cinta yang belum
tersampaikan J Tapi aku merasa waktu
untuk menulis surat wasiatnya sangat sebentar, padahal aku nulisnya menghayati
banget, sampai awan mendung di mataku menjatuhbebaskan muatannya L
Setelah itu kami menuju pos keempat, pos perang
air, hehe J jadi, di setiap kelompok
ada yang jadi ratu, pelindung ratu, dan penyerang. Nah, si penyerang inilah
yang bertugas menyerang ratu kelompok lain pakai air. Tapi sayang, kali ini
kurelakan kelompok lain menang, huhu L
Nah ini dia pos yang asyik, hehe, pos narsis
(enggak, ding) lebih tepatnya pos foto-foto J di pos
ini pemandangannya baguus banget, jadi ya udah, deh, kami foto-foto yang
banyak, hehe J
Akhirnya tiba juga di pos terakhir, pos sarang
laba-laba, di mana kita harus menyeberang dengan melewati lubang yang, uuh
kecil banget kelihatannya. Tapi Alhamdulillah, aku bisa melewatinya, dan
kemudian membantu teman sekelompokku untuk menyeberang. Lucu banget, mungkin
karena aku kecil jadi teman-teman yang kugendong ada yang jatuh, duh, maaf, yaa
L
Setelah selesai, kami kembali ke penginapan,
beres-beres, makan, setelah itu agenda selanjutnya adalah Tauris (aku bingung
tulisannya kayak gimana) bersama Mba Rizki Ageng dan Mas Ardi (kalau nggak
salah). Beliau ini adalah simbah dan buyut kami, Rangers 2014. Saat itu kami
diharuskan menulis tentang Up-grading ini, dan kemudian dibacakan satu persatu,
duuh malunyaa J Kami juga dijelaskan
mengenai media, apa fungsinya, dan lain-lain.
Oke, acara terakhir adalah penutup. Di acara ini,
kami tukar kado silang, dan disebutkan kelompok terbaik outbond ikhwan-akhwat,
peserta terbaik ikhwan-akhwat, yel-yel terbaik, dan pengumuman pengurus
Haska JMF 2014 yang berprestasi. Selamat
buat yang berprestasi, semoga kelak aku bisa menyusul kalian J
Oke, Up-grading usai sudah, saatnya pulang naik
truk J menjumpai bumi FMIPA
tercinta sebelum kembali ke rumah. Alhamdulillah, Up-grading ini mengesankan,
Jazakillah, Haska! J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar