Sabtu, 06 Juli 2013

HIDUPMU, WARNAMU...

Oleh: Pudyaswara Mustikarini

Kehidupan ini bagaikan potongan puzzle baginya. Ya, potongan-potongan itu harus disatukan agar terbentuk suatu gambar yang indah. Seperti kehidupan, yang tiap bagiannya harus disatukan untuk mencapai sebuah keindahan hati. Kepuasan, ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan tentu saja sebuah keindahan. Setiap orang punya potongan puzzlenya sendiri yang porsinya sudah diatur oleh yang membuat potongan-potongan itu.

     Potongan puzzle. Itu kata-katanya. Bagiku, tetap saja kehidupan itu abstrak. Tak bisa diterka bagi yang tak benar-benar mengetahui maksudnya. Dan yang tahu maksdunya itu hanya Dia yang membuat. Setiap bagian dari kehidupan ini, bagaikan warna-warna yang digoreskan pada selembar kertas. Semakin banyak, semakin menumpuk, seperti lukisan. Dan keabstrakan yang ada didalamnya bahkan kita sendiri tak pernah menyadarinya. Hanya jika lukisan itu jadi, barulah kita tahu apa maksud dari coretan-coretan itu. Tapi itu pun tak mudah, keabstrakan membuat kita sulit membaca makna terpendam dalam lukisan itu. Hal yang dalam pikiran kita mirip dengan rusa, ternyata oleh pemiliknya itu gambar sebuah wajah yang bersedih. Sama seperti hidup, hal yang kita anggap itu baik, ternyata oleh pemilik hidup sama sekali tidak cocok dengan kita.


     Hidup ini aneh...ya, karena jika tidak aneh hidup ini tak akan berwarna-warni. Dan bahkan mungkin hanya akan ada satu warna dalam hidup ini. Semua orang berpikiran sama, semua serba sama. Bisa-bisa hidup ini akan nampak hitam karena kita tak bisa melihat warna lain. Tapi, Sang Maha Pencipta sunguh luar biasa. Kita diciptakan dengan awal putih yang bisa memancarkan berbagai warna. Dan jika warna-warna itu disatukan kembali, hasilnya akan sama, putih lagi, jika yang punya tak pernah menyimpang dari jalan yang seharusnya mereka lewati. Tapi kehidupan ini tak selalu statis, kadang ada hal yang sedikit ingin kita coba rasakan, sehingga kadang bercak hitam pada warna putih itu sedikit menitik.

     Hidup ini pilihan...orang berjalan karena ia memilih untuk berjalan. Orang bisa sukses karena ia memilih untuk sukses, dan orang yang bahagia pun karena ia memang memilih untuk bahagia. Tak ada satu pun yang bisa memilihkan jalan yang harus kita ambil karena sebenarnya semuanya kembali pada diri kita sendiri. Sekokoh apa pun kita bilang itu karena seseorang, ini karena itu, toh akhirnya yang memutuskan kita juga, kan?? So, kalo kita ingin baik, ya kita pilih kebaikan. Jangan pinginnya baik, tapi milihnya buruk. Nggak akan ketemu, atau, jangan-jangan justru jalan buntu nanti yang ditemui.

     Dan untukku... Sekarang aku mau kemana itu adalah pilihanku...aku punya kehidupannku, aku punya potongan puzzleku, aku punya warnaku sendiri, dan aku punya pilihanku. Aku tak perlu menjadi sama seperti orang lain meski tujuan kita boleh jadi sama. Kita punya jalan masing-masing... Dan yang perlu kulakukan adalah... Bermimpi... Menuliskannya... dan ... Menjadi diriku sendiri... Karena Penciptaku tak akan membiarkan ciptaannNya rusak. Percayalah, Allah selalu ada untuk kita...Temukan warna hidupmu!!!! Fighting!!!^_^v



Karena tulisan ini hanya bertujuan untuk memotivasi diri sendiri, maaf kalau g jelas dan tidak berbobot...kalau ada yang termotivasi ya alhamdulillah, kalau tidak ada ya, tidak apa-apa...:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar