Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Sosok Dibalik Layar Para Pemimpin

Oleh: Nur Indah Sari

pakahyang terbesit di benak kita jika mendengar Rasulullah SAW, Nabi Isa a.s, Nabi Musaa.s, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Habiburrahman El-shirazi dan masih banyak lagipara pencetak sejarah? Para khalifah yang berhasil menggenggam pencapaiantingkat tinggi dalam hidup ini. Nama-nama yang sering kita jumpai dalam banyakmedia baik majalah, buku, sejarah, bahkan Kitab Allah yang 100 % benar yaituAl-Qur’an. Nama-nama yang selalu membuat kita terpacu untuk berkarya tanpabatas, memacu otak, hati dan raga ini selalu ingin menjadi orang-orang yangmeneladani sifat-sifatnya yang mulia.

Tapi, pernahkah kalian berfikir siapa yang ada di balik kesuksesan mereka?
Siapa yang siap menopang lelah ragamereka?
Siapa manusai yang berdiri tepat dibelakang mereka?

Jawabannya hanya satu, tak ada lagi yang kedua. Dia sosok yang tak bisa lepas dari hidup setiap insan (nabi Adam a.s sekalipun). Selama ini mungkin beliau hanya diartikan dalam arti sempit. Tapi sesungguhnya dia mempunyai nilai yang dahsyat dari segi hati nurani setiap insan. Dialah...

Ibu
(baik ibu yang terikat karena pertalian darah maupun ibu yang terikat karena ikatan hati nurani yang kuat dan menguatkan)

Tak Ada Yang Tak Mungkin

Oleh: Erna Wibawanti

Terlihat seorang anak yang duduk merenung meratapi nasib. Sudah sekian lama ia tak lagi mendapat kasih sayang seorang ibu. Sejak berumur 5 tahun, ia ditinggal olehsang ibu. Kehidupan yang dulu lengkap, hanya dengan sekejap semua dapat hilangdalam sekejab. Sungguh sebuah kehidupan yang terkadang tak ingin dialami olehsemua orang, akan tetapi takdir berkehendak lain. Hari- hari demi hari hidup seakan tak ingin ia alami. Sebut saja anak itu bernama Anisa. Sekarang, iahanya tinggal bersama ayah tercinta. Anisa mempunyai 4 orang bersaudara, akantetapi kini keempat saudaranya tersebut sudah menikah dan tinggal bersamasuaminya.

Sedih,rindu, dan sepi. Menjerit namun tak bisa. Terkadang dia berpikir, ini semuatidak adil baginya. Semua orang meninggalkan dia seorang diri. Sungguh cobaan berat,tak mampu harus dia hadapi sendiri. Sekolah terpaksa ia hentikan. Di dalampikiran saat itu adalah bagaimana caranya dia dapat bertahan hidup bersamaayahnya. Menjual koran, menjual makanan di dalam bus sudah biasa baginya.Sungguh nasib yang tak ingin dia alami saat itu. Ya Allah, apakah ini cobaandari- Mu,” ucapnya dalam hati”. Sungguh aku tak akan mampu memikulnya sendiri, “tambahnya dalam hati”. Sungguh berat bagiku, berilah keringanan agar aku dapatmenghadapi semua ini. Pundakku tak kuat. Usiaku yang masih kecil, belum dapatberpikir kritis, masalah yang terus ada membuat aku menyerah menghadapi hidup,”ucapnya dalam hati”..

HIDUPMU, WARNAMU...

Oleh: Pudyaswara Mustikarini

Kehidupan ini bagaikan potongan puzzle baginya. Ya, potongan-potongan itu harus disatukan agar terbentuk suatu gambar yang indah. Seperti kehidupan, yang tiap bagiannya harus disatukan untuk mencapai sebuah keindahan hati. Kepuasan, ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan tentu saja sebuah keindahan. Setiap orang punya potongan puzzlenya sendiri yang porsinya sudah diatur oleh yang membuat potongan-potongan itu.

     Potongan puzzle. Itu kata-katanya. Bagiku, tetap saja kehidupan itu abstrak. Tak bisa diterka bagi yang tak benar-benar mengetahui maksudnya. Dan yang tahu maksdunya itu hanya Dia yang membuat. Setiap bagian dari kehidupan ini, bagaikan warna-warna yang digoreskan pada selembar kertas. Semakin banyak, semakin menumpuk, seperti lukisan. Dan keabstrakan yang ada didalamnya bahkan kita sendiri tak pernah menyadarinya. Hanya jika lukisan itu jadi, barulah kita tahu apa maksud dari coretan-coretan itu. Tapi itu pun tak mudah, keabstrakan membuat kita sulit membaca makna terpendam dalam lukisan itu. Hal yang dalam pikiran kita mirip dengan rusa, ternyata oleh pemiliknya itu gambar sebuah wajah yang bersedih. Sama seperti hidup, hal yang kita anggap itu baik, ternyata oleh pemilik hidup sama sekali tidak cocok dengan kita.