Sabtu, 06 Juli 2013

BILIK-BILIK WAKTU

Oleh: Milatus Sa'diyyah

Tiba-tiba sebuah pertanyaan meluncur bak kilat, “Berapa tahun lagi aku bisa menghitungwaktu?”
Ini bukanperkara angka “Satu, dua, tiga....” dalam dunia matematika sederhana. Pertanyaanini menggelitik namun pasti mengusik ketenangan paradigma.

Keberadaannyaterus mengejar keseharian manusia, dia tak kenal lelah menyanding setiap detiknafas. Tangannya bergelayut bak akar gantung yang saat itu juga menarik-ulurkehidupan segala makhluk yang bernyawa. Sesulit apapun orang menggambarkanwaktu, justru kita akan tergambar oleh waktu. Pelan dan perlahan, hadirnyadinanti, dipuji atau bahkan ditakuti.

Rintik-rintikdetik waktu berfusi membumbung ke angkasa merangkai hifa-hifa masa. Apalah inikawan! Memang adanya waktu bukan untuk kita permainkan. Yaaah, benar...Layaknya sahabat yang selalu menemani, dia bahkan sahabat yang setiamem bersamai metamorfosa hidup kita.



“Seberapa jauhkita dapat menaksir kecepatan kita beradu dalam waktu?”, celetuk hati bertanya.
Allah bertutur dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Asr yangartinya, ”Demi masa. Sungguh, manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yangberiman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dansaling menasihati untuk kesabaran.”

Semuakembali kepada si empunya waktu, dan bagaimana waktu bertekuk lututmenyembahnya. Ini berarti bukanlah kita bertindak sebagai tuhan, namun kitaadalah pawang yang mahir menghadapi tingkah polahnya. Dan akal kita tak akanterkena tipu daya,  jikalau hati manusia baktongkat penyihir yang dengan mantra “abrakadabra...” semua kan tetap baik-baiksaja dan terjaga.

Hingga Rasulullahjuga menganggap hadirnya waktu adalah bagian yang riskan jika kita biarkantanpa perhatian. Dari Ibnu Abbas dia berkata: telah bersabda Rasululloh, serayamenasehati seseorang: “Jagalah olehmu lima perkara sebelum datang lima perkarayang lainnya, jaga masa mudamu sebelum tuamu, jaga masa sehatmu sebelum datangwaktu sakit, jaga masa kayamu sebelum miskin, jaga masa lapangmu sebelum masasempitmu, dan jaga masa hidupmu sebelum datang kematianmu” (HR Hakim).

Ingatkawan, waktu tak akan diam. Dia akan tetap hidup dalam hati-hati yang terpautpada Rabb-Nya. Tua adalah sebuah kepastian, dewasa adalah sebuah pilihan yangtentunya diusahakan.. ^^
Mozaik itu tak sempurna jika kehilangan satu patahan, karena dengan waktu pemberian Allah lah kita menyempurnakan mozaik kehidupan.



#mila pelku kritikan dan masukan, hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar